Berita Terkait
- Jenuh UN, Pelajar SMP Tenggak Ekstasi dan Pesta Miras
- Ini Kesimpulan Raker Komisi X-Mendikbud Soal UN
- Mendikbud "Disemprot" DPR Gara-gara Sebut UN Musibah
- 157 Siswa Tidak Ikut UN
- Soal untuk SLB Dinilai Menyulitkan Siswa
- 40 Siswa di Pagaralam Tak Ikut UN
- 2.171 Pelajar SMP di Pagaralam Jalani UN
- 3,7 Juta Siswa SMP/MTs Jalani UN 2013
- Jika Menyimpang, UN Malah Bentuk Watak Manipulatif
- 9.858 Siswa SMP OKU Timur Siap Ikuti UN
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jajaran Polresta Palembang akan membubarkan secara paksa perayaan kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA yang dilakukan secara berlebihan dan mengganggu ketertiban umum.
Sesuai jadwal hasil UN tingkat SMA akan diumumkan pada Sabtu (26/5/2012) mendatang.
Kepada Sripoku.com, Kamis (24/5/2012), Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting didampingi Kabag Ops Kompol Benny Ady P mengatakan, memang tidak ada larangan untuk membatasi peserta UN untuk merayakan kelulusan UN.
Tapi jika bisa mengganggu ketertiban umum, petugas terpaksa akan mengambil tindakan.
"Misalnya konvoi peserta UN di jalanan tapi tidak melanggar arus lalulintas, hal ini silakan saja. Tentunya petugas kepolisian akan siap untuk mengantisipasi dari peserta UN yang merayakan kelulusan UN yang dinilai berlebihan," ujarnya kepada Sripoku.com.
Ditambahkan Benny, mengenai petugas yang diturunkan untuk mengantisipasinya, sama seperti tahun-tahun sebelumnya dan tidak ada penambahan petugas secara khusus.
Petugas akan selalu standby di pos-pos jaga polisi yang sudah ada.
Petugas akan juga ditempatkan di titik-titik yang biasanya dijadikan sebagai tempat ajang perayaan peserta UN.
"Jika ada perkumpulan peserta yang jumlahnya banyak, petugas akan melakukan pembubaran. Tapi sebelumnya petugas juga akan melakukan imbauan ke sekolah-sekolah, agar siswanya untuk tertib untuk merayakan kelulusan UN. Pastinya jika ada peserta UN yang melakukan tindak pidana, petugas akan melakukan tindakan tegas," ujarnya.
sumber : http://palembang.tribunnews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar