Senin, 24 Juni 2013

MAKALAH “Perpustakaan Sebagai Pusat Sumber Belajar”


MAKALAH
Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Mata Kuliah Komputer
Yang Dibimbing Oleh M. SALEHUDIN, S.Pdi, M.Pd
“Perpustakaan Sebagai Pusat Sumber Belajar”




Disusun Oleh :
Abdul Rahman Sidik
NIM : 12.1102.0002
Jurusan : Tarbiyah
Prodi : Manajemen Pendidikan Islam
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SAMARINDA
TAHUN AKADEMIK 2012/2013




KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan, oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


                                                                        Samarinda, Juni 2013

                                                                                                                                                                                                Penyusun





PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Berbagai usaha yang dilakukan oleh guru atau pengelola pendidik untuk lebih meningkatkan serta mendukung proses belajar agar lebih efektif dan efisien. Meskipun banyak faktor yang menentukan kualitas pendidikan atau hasil belajar. Salah satunya yang terkait dengan sumber belajar. Banyak berbagai sumber yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.
Oleh karenanya, belajar-mengajar sebagai suatu proses merupakan suatu sistem yang tidak terlepas dari komponen-komponen lain yang saling berinteraksi di dalamnya. Salah satu komponen dalam proses tersebut adalah sumber belajar. Sumber belajar itu tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar-mengajar, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, sebagian atau secara keseluruhan.
Sumber belajar diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan perilaku. Salah satu sumber belajar yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar adalah perpustakaan dan buku. Maka dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai pemanfaatan perpustakaan sumber belajar.

RUMUSAN MASALAH

1.      Apa pengertian  perpustakaan?
2.      Manfaat dan fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar?
3.      Bagaimana penggunaan perpustakaan sebagai sumber belajar?
4.      Bahan informasi apa saja yang dapat diperoleh dalam perpustakaan?



PEMBAHASAN

A.    Pengertian Perpustakaan
Sebelum penulis mengemukakan pengertian perpustakaan sekolah terlibih dahulu penulis mengemukakan pengertian perpustakaan secara umum.
Tinjauan ini dapat kita kihat dari dua segi, yaitu:
                              1.            Pengertian menurut bahasa
a.    Dalam bahasa Indonesia istilah “perpustakaan” dibentuk dari kata dasar pustaka ditambah awalan “per” dan akhiran ”an”. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia perpustakaan diartikan sebagai “kumpulan buku-buku (bahan bacaan, dsb).”[1]
b.      Dalam bahasa Inggris disebut “library yang berarti perpustakaan”.[2]
c. Dalam bahasa Arab disebut ا لمكتبة  yang berarti “tempat menyimpan buku-buku”.[3]
                              2.            Pengertian menurut istilah
a. Menurut IFIA (International Federation of  Library Associations and Institutions) “Perpustakaan merupakan kumpulan bahan tercetak dan non tercetak dan atau sumber informasi dalam komputer yang tersusun secara sistematis untuk kepentingan pemakai.”[4]
b.      Menurut Sutarno NS, M. Si “Perpustakaan adalah suatu ruangan, bagian dari gedung/bangunan, atau gedung itu sendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang disusun dan diatur sedemekian rupa sehingga mudah dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk pembaca.”[5]
c.       Adjat Sakri dkk “Perpustakaan adalah lembaga yang menghimpun pustaka dan menyediakan sarana bagi orang untuk memanfaatkan koleksi pustaka tersebut.”[6]
d.      C. Larasati Milburga, dkk “Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dengan cara tertentu untuk digunakan secara berkesinambungan oleh pemakainya sebagai sumber informasi.”[7]
Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik suatu kesimpulan pengertian perpustakaan sesecara umum adalah suatu unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi pustaka baik buku-buku ataupun bacaan lainnya yang diatur, diorganisasikan dan diadministrasikan dengan cara tertentu untuk memberi kemudahan dan digunakan secara kontinu oleh pemakainya sebagai informasi.

B.     Fungsi dan manfaat Perpustakaan

Perpustakaan sekolah merupakan bagian penting dari program penyelenggaraan pendidikan tingkat sekolah yang memiliki fungsi dan manfaat untuk mendukung penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Menurut Yusuf (2005:4) Perpustakaan sekolah memilki empat fungsi umum, yaitu:
                              1.            Fungsi edukatif adalah secara keseluruhan segala fasilitas, sarana dan prasarana perpustakaan sekolah, terutama koleksi dapat membantu murid dalam proses belajar.
                              2.            Fungsi informatif dari perpustakaan sekolah adalah mengupayakan penyediaan koleksi yang bersifat memberi tahu akan hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan guru dan murid.
                              3.            Fungsi kreasi bukan merupakan fungsi utama, namun sangat penting kedudukannya dalam upaya peningkatan intelektual dan inspirasi.
                              4.            Fungsi riset membuat koleksi yang ada di perpustakaan sekolah menjadi bahan untuk melakukan riset atau penelitian sederhana. Sementara menurut Cella (2012) manfaat dari keberadaan perpustakaan sekolah adalah merangsang minat baca baik pada guru dan siswa, merupakan sumber literatur yang paling dekat, perpustakaan sebagi pusat sumber informasi dan sumber pembelajaran menulis.

Berdasarkan fungsi dan manfaat dari perpustakaan sekolah, maka perpustakaan sekolah dapat disebut sebagai pusat sumber belajar seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dimana pada pasal 35 undang-undang tersebut dikemukakan bahwa setiap satuan pendidikan jalur pendidikan sekolah, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, harus menyediakan sumber-sumber belajar.
Selain itu, pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar secara efektif memerlukan keterampilan sebagai berikut (Achsin, 1986):
                              1.            Keterampilan mengumpulkan informasi, yang meliputi keterampilan mengenal sumber informasi dan pengetahuan, menentukan lokasi sumber informasi berdasarkan sistem klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan katalog dan indeks, menggunakan bahan pustaka baru, bahan referensi seperti ensiklopedi, kamus, buku tahunan, dll.
                              2.            Keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti memilih informasi yang relevan dengan kebutuhan dan masalah, dan mendokumentasikan informasi dan sumbernya.
                              3.            Keterampilan menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi, seperti memahami bahan yang dibaca, membedakan antara fakta dan opini, dan menginterpretasi informasi baik yang saling mendukung maupun yang berlawanan.
                              4.            Keterampilan menggunakan informasi, seperti memanfaatkan intisari informasi untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah, menggunakan informasi dalam diskusi, dan menyajikan informasi dalam bentuk tulisan.[8]

C.     Penggunaan Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar
Perpustakaan merupakan bagian intregal yang mendukung proses belajar-mengajar. Keberadaan perpustakaan sebagai sumber belajar dalam proses pendidikan diharapkan dapat digunakan sebagai berikut:
                              1.            Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid-murid terhadap membaca.
                              2.            Perpustakaan sekolah dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid.
                              3.            Perpustakaan sekolah dapat menanamkan kebiasaan belajar mandiri yang akhirnya murid-murid mampu belajar mandiri.
                              4.             Perpustakaan sekolah dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca.
                              5.            Perpustakaan sekolah dapat membantu perkembangan kecakapan berbahasa.
                              6.            Perpustakaan sekolah dapat melatih murid-murid ke arah tanggung jawab.
                              7.                   Perpustakaan sekolah dapat memperlancar murid-murid dalam menyelesiakan tugas-tugas sekolah.
                              8.            Perpustakaan sekolah dapat membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pengajaran.
                              9.            Perpustakaan sekolah dapat membantu murid-murid, guru-guru dan anggota staf dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.[9]

D.    Bahan Informasi di Perpustakaan
Bahan informasi yang diterima perpustakaan sekolah terdiri dari bahan buku dan non buku.
                              1.            Bahan Buku
Bahan pada umumnya terbuat dari bahan kertas sebagai media rekam informasi. Bahan buku terdiri dari buku teks, buku ajar, buku referensi, buku paket, majalah, koran, dan lainnya.
a.       Buku Teks
Buku teks adalah lembaran tercetak berisi ilmu pengetahuan atau bidang tertentu, dan biasanya digunakan sebagai bahan pelajaran, penataran, kuliah dan dapat dipelajari secara mandiri.
b.      Buku Fiksi
Buku fiksi adalah karya tulis berupa rekaan atau karya imajinatif yang berdasarkan khayalan belaka. Contohnya yaitu novel, drama, puisi, pantun dan syair.
c.       Buku Rujukan
Buku disusun untuk memberikan informasi tentang kata, subjek/pokok masalah, nama orang, nama tempat, peristiwa, pustaka, angka, waktu, ukuran, dan lainnya. Adapun jenis-jenis koleksi ini meliputi kamus, ensiklopedia, handbook, manual, buku pegangan, direktori, bibliografi, sumber ilmu bumi dan lainya.
d.      Terbitan berkala
Yakni publikasi yang direncanakan terbit secara terus-menerus tanpa dibatasi waktu, berisi informasi baru yang menarik, dan ditulis oleh beberapa orang. Terbitan ini terdiri dari surat kabar, majalah, jurnal, buletin, dan lainya.
                              2.            Bahan Non Buku
Akhir-akhir ini bahan informasi yang dikelola perpustakaan bisa bahan non buku bahkan berupa elektronik. Bahan-bahan itu antara lain mikrofis, film mikro, kaset, piringan hitam, dan CD-room.[10]
a.       Mikrofis
Mikrofis adalah film yang berukuran kecil, tembus cahaya, dan berisi informasi dalam bentuk tulisan, gambar, maupun grafis yang diatur pada selembar film secara berbanjar horisontal maupun vertikal.
b.      Film mikro
Film mikro berbentuk film yang sangat kecil, digunakan untuk menyimpan, memunculkan kembali, atau mempublikasikan duplikat dikumen, cetakan, gambar, atau foto.
c.       Kaset
Dalam dunia perfilman, kaset diartikan sebagai kotak untuk melindungi bahan perekam gambar yang sekaligus berfungsi sebagai tempat penggulung bahan tersebut. Sedangkan dalam pengertian sehari-hari, kaset diartikan sebagai kotak penyimpan pita suara atau gambar.
d.      Piringan Hitam
Piringan hitam ini dibuat dari bahan ebonit berwarna hitam dan berbentuk bulat pipih. Pada kedua permukaannya terdapat lekukan halus berbentuk spiral yang menyebabkan jarum piringan hitam yang melaluinya bergetar dan menimbulkan suara.
e.       CD-Room
Alat ini merupakan wadah penyimpanan informasi berbentuk lempengan kecil berdiameter kurang dari 5 inci yang mampu menyimpan data 500 MB sampai 1 GB.
f.       E-books dan E-journal
E-books pada dasarnya merupakan distribusi muatan isi buku dalam bentuk digital. Dalam hal ini, internet bertindak sebagai jantung pada sistem layanan e-books dengan berbagai kemudahan dan kecepatan aksesnya. E-books memiliki kelebihan antara lain kemudahan baca, kemudahan penelusuran, pengehematan kertas, dan kemudahan pengalihan teks. 
Sumber buku elektronik yang legal di Indonesia, antara lain dirilis oleh Departemen Pendidikan Nasional dengan dibukanya Buku Sekolah Elektronik (BSE).  BSE adalah buku elektronik legal dengan lisensi terbuka yang meliputi buku teks mulai dari tingkatan dasar sampai lanjut.[11]






PENUTUP

KESIMPULAN

                              1.            Dalam mencerdaskan kehidupan bangsa peran Perpustakaan sangat penting, terutama untuk membantu masyarakat yang ekonominya lemah.
                              2.          Perpustakaan sebagai penunjang untuk terselenggaranya pendidikan disuatu Perguruan Tinggi.
                              3.            Perpustakaan dapat membangkitkan minat baca dan kreaktifitas mahasiswa.



[1] Departemen Pendidikan dan Kebuadayaan. Kamus Umum Bahasa Indonesia. (Jakarta:
Balai Pustaka, 1988). hal 713.
[2] Nadjib Zuhdi. Kamus Lengkap Praktis 20 Juta Inggris Indonesia. (Surabaya: Fajar Mulya,
1993). hal. 270.
[3] Zaid Husein Al Hamid. Kamus Al-Muyassar Arab-Indonesia. (Pekalongan: 1982). hal. 494.
[4] Sulistyo Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan. (Jakarta: Universitas Terbuka. Depdikbud, 2003). hal. 5.
[5] Sutarno NS. Perpustakaan dan Masyarakat. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2003).
hal.7.
[6] Soetminah. Perpustakaan, Kepustakawanan dan Pustakawan. (Yogyakarta:
Kanisius,1992).hal.32.
[7] Larasati Milburga, et al. membina Perpustakaan sekolah. (Yogyakarta: Kanisius,
1991).hal.17.
[8] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2003), hal. 100-101.
[9] Ibrahim Bafadal, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hal. 5-6.
[10] LASA Hs, Manajemen perpustakaan…, hal.47-60.
[11] Wiji Suwarno, Perpustakaan & Buku; Wacana Penulisan & Penerbitan, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011), hal. 75-76. 

Senin, 03 Juni 2013

KEINDAHAN KEMALA BEACH

 


Kemala Beach atau lebih dikenal dengan Pantai Polda yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan Selatan, adalah salah satu objek wisata pantai favorit yang berada di dalam kota.




Pantai Kemala Diresmikan oleh Ketua Yayasan Bhayangkari Polda Kaltim Hayati Indarto pada tanggal 26 Agustus 2007.
Untuk dapat masuk kawasan pantai yang dikelola Yayasan Bhayangkari Polda Kaltim, tiap pengunjung cukup mengeluarkan uang Rp 500. Atau, jika menggunakan kendaraan cukup membayar parkir sebesar Rp 1.500. Sangat murah bukan???









Tujuan utama masyarakat kota Balikpapan berkunjung ke Pantai Kemala Beach and Resto karena tempat wisata tersebut letaknya tidak jauh dari pusat kota juga keberadaan pantai tersebut sangat mudah untuk dijangkau.

Memasuki kawasan pantai Polda, Kita akan dimanjakan dengan suasana teduh dari pepohonan yang rindang dan asri yang dapat menarik perhatian . Sampai terik matahari tak terasa karena keindahan yang dimilikinya..






Juga adanya empat resto di sana. yang menawarkan aneka kuliner dari bermacam-macam daerah dan masakan khas Eropa. Keindahan yang diberikan Resto terlihat sangat eksotik dan elegen karena diberikannya nuansa Bali sehingga pengunjung merasa berada seperti di Bali. 








Tidak hanya terpuaskan diperut, tetapi mata pun terpuaskan dengan pemandangan yang menakjubkan, Belasan meja makan tertata rapi tepat menghadap bibir pantai.
Pengunjung pada umumnya datang dari kota sendiri maupun luarkota seperti dari Samarinda, Tenggarong, bahkan ada dari Kutai dan lain-lain. 






Mereka tampak bercengkerama di pinggir pantai, Ada yang berenang ada pula yang sekedar duduk di gazebo yang disediakan, sambil menikmati pemandangan hamparan pasir pantai yang putih yang terjamin lingkungan kebersihannya.
 




Pengunjung mulai banyak berdatangan ketika waktu beranjak sore. Sebab, pantai semakin indah karena ditunjang dengan pemandangan langit jingga, sambil menikmati sunset (Matahari Terbenam).

Minggu, 02 Juni 2013

Wisata Museum Mulawarman


 
Tampak bangunan cukup megah dan didominasi warna putih, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk selalu menyempatkan diri berpose di depan keraton yang dirancang dengan gaya arsitektur kolonial ini. Bangunan ini dirancang Estourgie dari Hollandsche Beton Maatschappij (HBM) yang dibangun tahun 1936 tepat pada masa pemerintahan Sultan Adji Mohamad Parikesit.

Memasuki ruang pertama Museum, pengunjung dapat melihat benda-benda bersejarah peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara, singgasana Sultan Kutai yang diapit dua arca Lembu Swana.

Sedangkan latar belakangnya terdapat dua mozaik gambar Sultan Kutai Kartanegara ke-17 AM Soelaiman dan Sultan Kutai Kartanegara ke-18 AM Alimoeddin. Selain itu ada pula lukisan Sultan AM Parikesit, payung kebesaran Kesultanan serta tiga buah patung perunggu dari Eropa.

Selain itu, masih banyak koleksi benda-benda peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara yang dapat dilihat melalui Museum Mulawarman. Contohnya, lemari kristal berisi seperangkat alat upacara Pangkon Perak, perhiasan, keris dan tombak, kursi santai yang biasa digunakan Sultan untuk beristirahat, ada pula rehal atau alas kitab suci Al Qur'an dan kursi yang terbuat dari tanduk rusa Siberia dan tanduk rusa lokal yang biasa digunakan keluarga Sultan untuk mengaji.

Bagian dalam Museum, koleksi yang disajikan semakin beragam. Ada benda-benda arkeologi berupa prasasti dan arca-arca peninggalan kerajaan Hindu tertua di Indonesia yakni Kerajaan Kutai Martadipura yang terkenal dengan rajanya Mulawarman. Selain itu, ada pula koleksi hasil tenunan dari suku Dayak Benuaq yang dikenal dengan nama ulap doyo lengkap dengan alat tenun tradisionalnya. Ada pula koleksi ukiran-ukiran khas dari suku Dayak Kenyah, Benuaq, Busang, Modang, Punan dan etnis Dayak lainnya.

Sementara pada ruang bagian belakang, kita dapat menyaksikan minirama mengenai lahirnya Aji Batara Agung Dewa Sakti yang kemudian menjadi raja Kutai Kartanegara pertama, lahirnya Puteri Karang Melenu yang kemudian menjadi permaisuri raja Kutai Kartanegara pertama, ada pula minirama pertambangan batubara, industri kayu, tanaman khas Kalimantan, Pesut Mahakam dan masih banyak lagi.

Selain itu, terdapat pula koleksi uang kuno yang pernah beredar pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Jepang hingga Indonesia merdeka. Sebelum keluar dari Museum Mulawarman, pengunjung terlebih dahulu melewati ruang bawah tanah yang menyajikan koleksi ratusan keramik kuno buatan Cina, Thailand, Vietnam, Jepang, Eropa dan masih banyak lagi.

Sajian koleksi Museum Mulawarman ditutup dengan benda-benda koleksi nusantara seperti pakaian adat tiap provinsi di Indonesia, miniatur candi Borobudur dan Prambanan, tenunan dari daerah Sumatera, senjata tradisional serta alat musik tradisional.

Begitu keluar dari Museum Mulawarman, pandangan kita akan tertuju pada sebuah bangunan kayu yang tak lain adalah kompleks makam Sultan dan para kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara. Disinilah dapat dijumpai makam pendiri kota Tenggarong Aji Imbut gelar Sultan AM Muslihuddin, makam Sultan AM Sulaiman dan Sultan AM Parikesit.

Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati makanan dan minuman khas saat melepas lelah keliling museum. Tak hanya itu, kios-kios cenderamata juga tersedia bagi para wisatawan yang ingin membawa pulang kenang-kenangan khas Kalimantan Timur.

Keindahan Pantai Manggar

Indonesia memiliki banyak keindahan alam, salah satunya Pantai Manggar Segarasari yang terletak di Kota Balikpapan, Kelurahan Manggar dan Teritip. Pantai yang menebar pesonanya ini membagi keindahan sekaligus kebanggaan bagi kota Balikpapan.
Suasana Pantai Manggar berpasir keputihan dan ada pohon pinus di pinggirnya. Kondisi air laut dan gelombang kecil yang berasal dari tengah laut terasa menenangkan. Paduan ini merupakan objek foto yang banyak diburu para wisatawan.
Pantai Manggar memiliki fasilitas yang lumayan lengkap. Saat ini sudah tersedia watersport seperti banana boat, jet ski, dan penyewaan-penyewaan balon pelampung untuk anak-anak.Pantai Manggar menjadi salah satu favorit kunjungan wisata.
Pada akhir pekan, Pantai Manggar akan ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun yang datang dari daerah-daerah sekitar Balikpapan seperti Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Bontang. Dengan lalu lintas yang lancar, Pantai Manggar dapat dicapai dalam waktu 20-25 menit dari pusat kota dengan menggunakan kendaraan bermotor. Untuk angkutan umum lokasi terminal angkutannya terletak di Manggar Baru ( 4 km dari lokasi ke arah barat) dan teritip (3,5 Km ke arah timur). 

Joging di Stadion Palaran


Hari minggu adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian orang. Hari minggu biasanya identik dengan bangun siang dan bermalas-malasan ditempat tidur, karena pada hari minggu terbebas dari rutinitas bekerja atau belajar bagi pelajar. Tapi berbeda halnya dengan hari minggu yang saya lakukaan. Pada hari minggu pagi saya biasa terbangun seperti hari-hari biasa, justru pada hari minggu itulah paling banyak kegiatan yang harus saya lakukan, seperti; mencuci baju, mengerjakan tugas-tugas kuliah, membersihkan kos, dan juga pada siang harinya saya mengikuti ECO (English Community Organization) yaitu kegiatan organisasi internal kampus yang rutinitas diadakan pada setiap hari minggu siang.
Tetapi minggu pagi kali ini ada kegiatan tambahan yang sedikit berbeda, pada pukul 06.00 am, teman saya bernama Muhammad Ali Yusni mengirim saya pesan melalalui sms untuk pergi ke Stadion di Palaran. Sayapun menyetujui ajakannya dan kita pergi bersama dengan mengendarai sepeda motor. Membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit untuk menuju kesana dari Harapan Baru. Sepanjang perjalanan kami saling bercerita dan bertukar pendapat mengenai tugas-tugas pada mata kuliah kami masing-masing. Saya dan Yusni adalah mahasiswa yang kuliah pada jurusan Tarbiyah dikampus yang sama yaitu STAIN Samarinda, hanya saja kami berbeda Prodi. Saya mengambil prodi Managemen Pendidikan Islam (MPI) dan Yusni mengambil prodi Pendidikan Agama Islam (PAI).
Sampailah pada gerbang masuk Stadion Palaran, kami pun terus masuk menuju kedalam Stadion. Saya sangat terkejut karena disana begitu ramai pengunjung yang datang. Mereka ternyata tidak jauh berbeda dengan tujuan kami yaitu untuk berolah raga. Kemudian kami melakukan pemanasan dan joging mengelilingi taman yang ada pada bagian depan gedung sepak bola. Baru sekitar dua kali putaran, nafas saya sudah tersengal-sengal karena saya memang jarang berolah raga. Saya pun berhenti joging tetapi Yusni masih tetap melanjutkan jogingnya. Saya beristirahat untuk menstabilkan nafas dan menghilangkan rasa lelah. Saya melihat disekitar taman, banyak juga orang yang melakukan joging, lompat tali, berjalan naik-turun tangga, dan ada juga beberapa pedagang kaki lima. Tidak lama kemudian Yusni pun kelelahan dan mengistirahatkan dirinya. Setelah rasa lelah kami hilang, kami memutuskan untuk bermain bulu tangkis yang kebetulan Yusni membawa raket dan kok dari rumahnya. Kami bermain bulu tangkis sekitar 30 menit. Lelah pun mulai terasa dan saya merasakan perih pada bagian telapak tangan kanan saya. Setelah saya lihat ternyata kulit telapak tangan kanan saya pada bagian ibu  jari terkelupas. Mungkin karena keasikan bermain sampai saya tidak sadar. :’(
Kemudian kami mencari pedagang kaki lima yang menjual minuman, kami memesan minuman untuk menghilangkan rasa haus kami. Ketika kami menikmati minuman kami, terdengar suara pengumuman dari gedung serba guna yang memberitahukan bahwa akan diadakannya senam pagi bersama, jadi diharapkan berkumpul didepan gedung serba guna. Saya bertanya kepada Yusni “gimana bro, kita ikut senam kah?”, kemudian Yusni menjawab “Cape aku dik, kita lihat aja yah!”. Akhirnya kami tidak mengikuti acara senam pagi bersama, kami hanya menonton dari kejauhan. Begitu terlihat ibu-ibu, bapak-bapak, dan para pemuda-pemudi dengan rasa semangatnya mengikuti gerakan yang dicontohkan oleh instruktur senam. Terkadang ada gerakan-gerakan yang mengundang tawa. Saya dan Yusni tertawa karena melihat kelucuan gerakan dari mereka. Saat sedang asiknya menonton senam, Yusni mengajak saya untuk pulang kerumahnya untuk mencuci motor bersama. Akhirnya, kami pergi pulang dan sesampainya dirumah Yusni, kami mencuci motor kami bersama.
Begitulah cerita kegiatan hari minggu saya yang sedikit berbeda dari biasanya. Mungkin tidak begitu istimewa, tapi cukup untuk membuat kegiatan hari minggu saya bertambah semangat. Walaupun pada keesokan harinya saya merasakan pegal-pegal pada bagian seluruh tubuh saya. Hehe :D
Terima kasih telah bersedia untuk membaca cerita saya... :)

MAKALAH “Penggunaan Internet dalam Pendidikan”

MAKALAH Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Mata Kuliah Komputer Yang Dibimbing Oleh M. SALEHUDIN, S.Pdi , M.Pd “Penggunaan Internet...